*Mentan Amran Siapkan "Berdih-Bersih",14-20 Pejabat Eselon I Kementan Terancam Dicopot*
– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi sinyal akan melakukan perombakan besar di internal Kementerian Pertanian (Kementan). Sebanyak 14 hingga 20 pejabat eselon I berpotensi dicopot dalam agenda "bersih-bersih" yang sedang disiapkan.
Pernyataan itu disampaikan Amran di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026).
“Insya Allah (mau copot 14-20 pegawai Kementan), doakan,” ujar Amran.
Ia menegaskan, langkah penertiban tidak hanya menyasar pihak luar yang diduga terlibat korupsi atau mafia pangan. Pembenahan juga akan dilakukan terhadap unsur internal kementerian apabila ditemukan pelanggaran.
Amran belum merinci identitas para pejabat yang berpotensi dicopot maupun dugaan pelanggaran yang menjadi dasar evaluasi. Ia juga belum menjelaskan apakah langkah itu berkaitan dengan pengusutan dugaan mafia pangan.
“Nanti saja saya sampaikan,” kata Amran.
*Sikat Oknum Pungli Bantuan Alsintan*
Isyarat perombakan ini muncul di tengah evaluasi Kementan atas sejumlah dugaan penyimpangan yang melibatkan aparatur internal.
Petani diduga diminta membayar Rp50 juta hingga Rp100 juta untuk setiap unit traktor. Bahkan di salah satu lokasi, nilai pungutan yang dilaporkan mencapai Rp600 juta.
Amran menegaskan, seluruh bantuan pemerintah dari APBN seperti alsintan, benih, dan program lain diberikan tanpa biaya.
“Seluruh bukti dugaan pungli dalam penyaluran alsintan telah kami serahkan kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.
*Peringatkan Pejabat Jaga Integritas*
Amran berulang kali mengingatkan jajarannya untuk menjaga integritas. Saat melantik lima pejabat eselon I definitif pada November 2024, ia menyampaikan tiga pesan tegas.
“Kami sudah sampaikan tiga poin: jangan korupsi, kerja keras, dan ingat anak istrimu kalau mau berbuat macam-macam,” tegas Amran.
*(Kontributor: PP L-RI | Reporter: Tim Kaper MSE-c | Penulis: Tim Redaksi | Editor: Redaktur | Jakarta, 3 Agustus 2026.
Tidak ada komentar