*37 Siswa SD/MI Bertutur Cerita Rakyat Upaya Merawat Identitas Lembata.*
Laporan : SergapEkspres.com*
– Sebanyak 37 siswa dan siswi dari 21 SD/MI di Kabupaten Lembata tampil membawakan cerita rakyat dalam Lomba Bertutur Cerita Rakyat Lembata. Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Sabtu (1/8/2026), menjadi ruang bagi generasi muda untuk merawat identitas dan kearifan lokal.
Lomba ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir dan diinisiasi oleh Lembaga Abdi Masyarakat Indonesia (LAM Indonesia).
*Melestarikan Tradisi Lisan*
Ketua Panitia Midun Husein Ratuloli menjelaskan, cerita rakyat merupakan warisan budaya tak benda yang berperan membentuk karakter, menjaga identitas daerah, serta mewariskan sejarah, adat istiadat, dan nilai luhur masyarakat Lembata.
“Lomba ini bagian dari Gerakan Cerita Rakyat Lembata. Ke depan, hasil penelusuran cerita akan dibukukan dan dibagikan ke sekolah-sekolah sebagai bahan literasi dan pembelajaran budaya lokal,” ujar Midun.
Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan di tengah derasnya arus informasi digital agar tradisi lisan yang mulai tergerus bisa dihidupkan kembali.
*Pesan Wakil Bupati*
Dalam sambutannya, Wabup Muhamad Nasir mengatakan kemajuan teknologi membawa manfaat, tetapi juga tantangan dalam menjaga nilai budaya dan moral generasi muda.
“Cerita rakyat bukan sekadar dongeng. Di dalamnya ada pesan kejujuran, keberanian, kepahlawanan, dan tanggung jawab yang masih relevan sampai sekarang,” kata Nasir.
Ia menilai lomba bertutur juga melatih literasi, memperkaya kosakata, melatih keberanian berbicara di depan umum, dan membangun rasa percaya diri anak sejak dini.
“Kalian yang berani tampil di panggung ini sudah menang. Tampilkan yang terbaik, jaga sportivitas,” pesan Nasir kepada peserta. Kepada dewan juri, ia meminta memberikan penilaian objektif, jujur, dan adil.
*Harapan ke Depan*
Dengan memohon penyertaan Tuhan dan restu para leluhur, Wabup resmi membuka Lomba Bertutur Cerita Rakyat Lembata Tingkat SD/MI Tahun 2026.
Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Asisten Administrasi Umum Setda, dan pimpinan perangkat daerah.
Melalui kegiatan sederhana menuturkan cerita, anak-anak Lembata tidak hanya menjaga kisah masa lalu tetap hidup, tetapi juga membawa warisan budaya itu melangkah ke masa depan.
*(Reporter: A.z-Tim Red MSE-c | Penulis: Tim Redaksi | Editor: Redaktur | Lembata, 4 Agustus 2026)*
Tidak ada komentar