Breaking News

*Ketua DPC-PPWI Kabupaten Kepulauan Mentawai Kunjungi Disdikbud,Kadis Soroti Mangkraknya Bantuan PLTS di Sejumlah Sekolah.*

*MENTAWAI,
Laporan : SergapEkspres.com –*
 
Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Agustinus Zai, melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (4/11/2026).

Kunjungan di ruang kerja Kepala Dinas, Jop, S.Pd., SD., tersebut mengungkap persoalan serius terkait fasilitas penunjang pendidikan di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan mengungkapkan, pada tahun 2025 lalu sejumlah Sekolah Dasar di Mentawai menerima bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Kementerian. Bantuan tersebut merupakan program kerja sama Kementerian dengan PLN dan telah dipasang di sejumlah sekolah.

Namun, bantuan yang seharusnya menjadi solusi krisis listrik di sekolah kepulauan itu kini justru mangkrak dan tidak berfungsi.

*Sejumlah SekolahTerdampak*

Beberapa sekolah yang dilaporkan menerima bantuan namun mengalami kerusakan di antaranya SD Negeri 31 Bulasat, SD Negeri 41 Bulasat, SD Negeri 34 Sinaka, serta beberapa sekolah lainnya yang tersebar di wilayah Mentawai.

"Pihak sekolah tidak mampu melakukan perbaikan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan teknis. Ini teknologi khusus, bukan instalasi listrik biasa," ujar Jop.

Menurutnya, persoalan kelistrikan memang masih menjadi tantangan besar pendidikan di Mentawai. Ada wilayah yang listriknya sering padam, bahkan ada desa yang hanya menikmati listrik pada malam hari saja. Kehadiran PLTS seharusnya menjadi solusi.

*Sudah Lapor PLN, Belum Ada Tindak Lanjut*

Kepala Dinas menjelaskan, kerusakan tersebut sebenarnya sudah pernah ditinjau dan telah dilaporkan secara resmi kepada pihak PLN sebagai mitra teknis program tersebut.

"Namun hingga saat pertemuan ini berlangsung, pihak PLN belum juga turun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan perbaikan," tegasnya.

Kondisi ini sangat disayangkan karena fasilitas bantuan pemerintah pusat yang nilainya tidak kecil itu seharusnya bisa membantu sekolah mendapatkan akses listrik yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, penggunaan komputer, proyektor, hingga akses internet.

Ia berharap PLN segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan tim teknis ke sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan agar fasilitas tersebut dapat kembali berfungsi.

*Dorong Efisiensi Anggaran Lewat Daring*

Selain persoalan listrik, dalam pertemuan itu Kadis juga membahas upaya efisiensi anggaran pendidikan. Ke depan, rapat koordinasi atau summit meeting terkait anggaran pendidikan akan lebih dimaksimalkan melalui daring (online).

Langkah ini diambil untuk menghemat anggaran transportasi sekolah-sekolah yang lokasinya terpencar dan aksesnya sulit. Meski sebagian sekolah sudah memiliki fasilitas Wi-Fi, kualitas jaringan memang masih menjadi kendala.

"Lumayan menghemat biaya. Guru tidak perlu lagi keluar pulau hanya untuk rapat. Cukup manfaatkan fasilitas yang ada," tambahnya.

Kunjungan DPC PPWI Mentawai ini menjadi jembatan informasi untuk mengungkap kondisi riil pendidikan di lapangan. Keberhasilan pendidikan di Mentawai tidak hanya ditentukan oleh gedung sekolah yang megah, tetapi juga oleh sarana penunjang seperti listrik yang berfungsi.

Jangan sampai bantuan negara untuk mencerdaskan anak bangsa di pulau terluar justru terbengkalai karena lambatnya penanganan teknis.

*Media: http://SergapEkspres.com – Tajam, Berimbang dan Terpercaya*
*Kontributor: DPC PPWI Mentawai*
*Laporan: Tim Investigasi*
*Editor: Redaksi MSE-c*
*Tuapejat, 4 November 2026

Tidak ada komentar