*Meriah!SMAN 2 Batang Anai Gelar Gebyar Minang Sehari : Lestarikan Adat di Sekolah.*
*Meriah! SMAN 2 Batang Anai Gelar Gebyar Minang Sehari: Lestarikan Adat di Sekolah*
SMAN 2 Batang Anai sukses menggelar kegiatan Gebyar Minang Sehari yang berlangsung meriah, lancar, dan penuh makna budaya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam melestarikan adat dan budaya Minangkabau di kalangan generasi muda.
Kepala SMAN 2 Batang Anai, Aghfirli Sofyan,S.Pd.,M.Pd kepada media ini mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kecintaan siswa terhadap budaya sendiri melalui pengalaman langsung.
Gebyar Minang Sehari dikemas dalam empat agenda utama yang sarat nilai religius dan kultural:
1. *Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW*
2. *Parade Bungo Lado* - Pawai budaya dengan pakaian dan hiasan khas Minang
3. *Makan Bajamba* - Tradisi makan bersama dalam satu wadah sebagai simbol kebersamaan
4. *Bazar UMKM Muatan Lokal (Mulok) Setiap Kelas* - Menampilkan kreativitas dan jiwa wirausaha siswa berbasis kearifan lokal
Suasana kebersamaan begitu terasa saat seluruh siswa, guru, dan tamu undangan mengikuti tradisi Makan Bajamba bersama.
*Hadirnya Para Pejabat dan Tokoh*
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, di antaranya:
- Kabag Kesra Kabupaten Padang Pariaman mewakili Bupati Padang Pariaman
- Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM) mewakili Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman
- Kasubag TU Cabdin Wilayah II Dinas Pendidikan Sumbar mewakili Kacabdin
- Pengurus Komite Sekolah dan undangan lainnya
Prosesi gunting pita sebagai tanda dibukanya bazar UMKM secara resmi dilakukan oleh Kadis DPMN Kabupaten Padang Pariaman, Ibu Nurhayati.
*Meneguhkan Falsafah ABS-SBK*
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 2 Batang Anai, Aghfirli Sofyan, http://M.Pd menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi garda terdepan pelestarian budaya.
"SMAN 2 Batang Anai memiliki kesempatan untuk mempertahankan dan mewariskan adat dan budaya Minangkabau melalui berbagai agenda sekolah, termasuk melalui Gebyar Minang Sehari yang kita selenggarakan saat ini," ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, rangkaian Maulid Nabi, Bungo Lado, dan Bajamba ini menunjukkan bahwa falsafah *Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK)* adalah pegangan hidup yang tidak akan pernah bergeser dalam kehidupan masyarakat Minang. Pendidikan karakter berbasis budaya lokal harus terus dihidupkan di sekolah.
Dengan kegiatan ini, SMAN 2 Batang Anai berharap siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jati diri yang kuat sebagai anak Minang yang berakhlak mulia dan bangga akan budayanya.
_Reporter_: S.A, Yus.Z - Tim MSE-c
_Penulis_: Tim Redaksi MSE-c
_Editor_: Redaktur MSE-c
_Padang Pariaman, 16 September 2026_
*SergapEkspres.com* - _Jelas, Mengungkap Kebenaran dan Menentang Kezaliman Demi Keadilan_ ✊🇮🇩
Tidak ada komentar