Breaking News

"Dari Dekan FKIP Ke Calon Rektor : Jejak Dr.Yaredi Waruwu Bangun UNIAS Lewat Kolaborasi."

           Dr.YAREDI WARUWU,S.S.,M.S

*GUNUNGSITOLI, 
Laporan : SergapEkspres.com* 

Universitas Nias (UNIAS) tengah berada di persimpangan penting. Proses Pemilihan Rektor yang berlangsung saat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan penentu arah kampus ke depan: bagaimana UNIAS bisa melompat maju tanpa kehilangan jati diri dan kemandiriannya.

Di tengah momentum tersebut, harapan besar tertuju pada Dr. Yaredi Waruwu, S.S., M.S. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIAS ini maju dengan membawa visi dan pendekatan kepemimpinan yang humanis.

 *Pemimpin yang Dekat dengan Semua*
Bagi civitas akademika FKIP, Dr. Yaredi dikenal sebagai pimpinan yang meruntuhkan sekat birokrasi. Ia membuka ruang dialog, mendengarkan persoalan mahasiswa dengan empati, dan mencari solusi yang merangkul.

Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi tentang memanusiakan manusia. Setiap mahasiswa datang membawa harapan besar orang tua. Tugas kita memastikan harapan itu tidak patah di tengah jalan karena birokrasi yang kaku,” ujarnya.

Selain aktif sebagai pengajar, ia juga konsisten melahirkan riset dan publikasi ilmiah, namun tetap dikenal hangat dan membumi dalam pergaulan.

*Jejaring untuk Kemajuan Kampus*
Keunggulan lain Dr. Yaredi adalah kemampuannya membangun relasi strategis. Ia memiliki hubungan harmonis dengan tokoh masyarakat hingga pimpinan instansi di tingkat lokal dan regional.

Namun jejaring tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Baginya, relasi adalah modal diplomasi untuk kemajuan UNIAS. Dengan tetap menjaga independensi akademik, ia membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya agar kampus bisa mendapatkan beasiswa, program strategis, hingga dukungan percepatan pembangunan infrastruktur.

*"Holistik Kolaborasi": Satu Tubuh, Bergerak Bersama*
Prinsip utama yang ia tawarkan adalah *"Holistik Kolaborasi"*. Menurutnya, membangun universitas tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau satu kelompok saja.

“Universitas adalah satu tubuh yang utuh. Rektorat, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa punya peran sama pentingnya. Melalui kolaborasi, semua potensi dirajut menjadi kekuatan untuk membawa UNIAS menjadi universitas yang unggul, berdaya saing, namun tetap berhati,” jelasnya.

Bagi Dr. Yaredi, pencalonannya bukan sekadar mengejar jabatan. Ia menawarkan diri menjadi jembatan kemajuan bagi masa depan generasi muda Nias.

Ketika integritas akademik, kekuatan jejaring, dan ketulusan hati menyatu, di situlah masa depan cerah Universitas Nias diyakini dapat terwujud.

*Catatan Redaksi*: _Berita ini disusun berdasarkan pantauan kinerja dan pernyataan publik yang bersangkutan. Redaksi membuka ruang yang sama bagi seluruh kandidat untuk menyampaikan visi dan misi demi keberimbangan informasi.

*Kontributor.    : Permata Lase*  
*Reporter.        : AZ-Tim MSE*
*Penulis.          :Tim Redaksi*
*Editor.           : Redaktur.*(8/7/26)

Tidak ada komentar