"Diskes Kab.Kep.Mentawai : Stok Obat Masih Perlu Tambahan, Distribusi Sesuai kebutuhan Puskesmas."21/7/2026.
Laporan http://SergapEkspres.com*
– Ketersediaan obat-obatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat hingga saat ini masih perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, SKM., S.IP., M.IP., MKM., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2026).
"Ketersediaan obat-obatan saat ini masih perlu penambahan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai," ujar Lahmuddin.
*Tantangan Wilayah Kepulauan*
Menurutnya, luas wilayah Mentawai yang terdiri dari beberapa pulau serta tingginya kebutuhan pelayanan menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu pengadaan obat harus terus ditingkatkan agar stok tetap aman dan pelayanan tidak terganggu.
Dinas Kesehatan, kata Lahmuddin, terus berupaya memenuhi kebutuhan obat bagi seluruh fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga unit pelayanan lainnya.
*Distribusi Sesuai Permintaan, Obat Kedaluwarsa Dimusnahkan*
Mekanisme distribusi dilakukan berdasarkan permintaan dari masing-masing fasilitas kesehatan. Setiap Puskesmas mengajukan kebutuhan obat sesuai jumlah pasien dan kondisi di lapangan.
Selanjutnya Dinkes menyalurkan sesuai usulan agar distribusi tepat sasaran.
Selain itu, Dinkes juga memastikan pengelolaan obat sesuai ketentuan. Obat yang sudah kedaluwarsa tidak lagi digunakan dan akan dimusnahkan melalui prosedur resmi. Langkah ini untuk menjamin keamanan pasien dan mencegah penyalahgunaan.
*Komitmen Tingkatkan Pelayanan*
Lahmuddin menegaskan Dinkes Mentawai berkomitmen menjaga ketersediaan obat sebagai kebutuhan utama masyarakat. Penambahan stok akan dilakukan secara bertahap melalui perencanaan dan pengadaan sesuai kemampuan anggaran daerah.
"Dengan sistem distribusi yang terencana dan pengelolaan sesuai prosedur, kami berharap seluruh masyarakat Mentawai dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal, aman, dan berkualitas," tutupnya. *(Sus-Tim Red MSE-c)*
---
Tidak ada komentar