"BARU TIGA MINGGU MENJABAT,KABID PAUD DAN DIKMAS MENTAWAI FOKUS AKREDITASI DAN PENINGKATAN KUALIFIKASI GURU"10/3/26.
KABID PAUD
Tuapeijat Mentawai –Laporan : SergapEkspres.com
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Santo Salamad, S.Pd, memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pengurus Cabang- Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC-PPWI) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Agustinus Zai, bersama wartawan Media SergapEkspres.com di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, Santo Salamad mengungkapkan bahwa dirinya baru sekitar tiga minggu menjabat sebagai Kepala Bidang PAUD dan Dikmas. Meski baru menjalankan tugas, ia telah mulai mempersiapkan beberapa program penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan PAUD dan pendidikan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Saya baru sekitar tiga minggu dipercaya menjabat sebagai Kabid PAUD dan Dikmas. Namun kita sudah mulai membahas dan menyiapkan program-program yang akan dijalankan pada tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Santo Salamad, program pertama yang menjadi fokus utama adalah menyukseskan proses akreditasi lembaga PAUD dan PKBM di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Saat ini, jumlah lembaga PAUD yang ada di Mentawai tercatat sebanyak 119 PAUD, sementara untuk PKBM terdapat sekitar 15 lembaga.
“Tahun ini kita menargetkan ada 11 PAUD yang akan mengikuti proses akreditasi, serta 9 PKBM. Harapan kita ke depan semua PAUD dan seluruh PKBM di Mentawai bisa terakreditasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa akreditasi sangat penting untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan sekaligus menjadi standar kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Selain itu, program kedua yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualifikasi pendidikan para guru PAUD dan tenaga pendidik di PKBM. Ia berharap seluruh guru PAUD dan tenaga pendidik di PKBM di Mentawai minimal memiliki kualifikasi pendidikan Sarjana (S1).
“Kita berupaya agar seluruh guru PAUD maupun tenaga pendidik di PKBM minimal memiliki pendidikan S1. Untuk itu kita terus mendorong dan memfasilitasi para guru agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana,” katanya.
Dalam hal ini, pihaknya di tingkat kabupaten berperan sebagai pendamping dan fasilitator bagi para guru. Dinas Pendidikan Mentawai juga akan menjembatani komunikasi dengan pihak Kementerian Pendidikan agar peluang bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan dapat terbuka lebih luas.
“Kita di daerah hanya mendampingi dan menjadi fasilitator. Kita juga berupaya menjembatani ke kementerian pusat apabila ada program atau kesempatan bagi guru untuk melanjutkan kuliah S1,” jelasnya.
Santo Salamad berharap melalui berbagai upaya tersebut, kualitas pendidikan PAUD dan pendidikan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat semakin meningkat di masa mendatang.
“Harapan kita ke depan semua guru PAUD di Mentawai bisa memiliki kualifikasi S1 sehingga kualitas pendidikan anak usia dini di daerah kita juga semakin baik,” pungkasnya.
Kontributor; K.PAUD KKM
Reporter; Tim Investigasi
Penulis; Team Redaksi
Editor; Redaktur 11 -3-26.
Tidak ada komentar