Breaking News

*Catatan Sejarah : Benarkah Indonesian Dijajah Belanda 350 Tahun?Sejarawan Ajak Lihat Fakta Utuh* (13/6/2026).

*,Padang, SergapEkspres.com* 

Narasi "Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun" masih jadi pelajaran umum di sekolah. Namun menurut Reinhard Wowiling S.H, angka itu perlu ditelaah ulang secara akademis agar sejarah dipahami lebih utuh, bukan sekadar slog
“Bangsa besar berani koreksi narasi sejarahnya. Tugas sejarah bukan bikin mitos, tapi jelaskan kenyataan,” tulis Reinhard dalam catatan sejarah kebangsaannya.

*Indonesia yang Mana?*  
Jika benar dijajah 350 tahun, pertanyaannya: Indonesia yang mana? Tahun 1602 saat VOC berdiri, Negara Kesatuan Republik Indonesia belum ada. Nama "Indonesia" baru populer abad ke-19 lewat ilmuwan Eropa George Windsor Earl dan James Richardson Logan.

.secara historis, Belanda awalnya berhadapan dengan kerajaan-kerajaan Nusantara, bukan Negara Indonesia.

*VOC Bukan Negara Belanda*  
Fakta lain: VOC adalah perusahaan dagang, bukan pemerintah Belanda. Didirikan 1602, VOC dapat hak istimewa: cetak uang, buat per.     janjian, bentuk tentara, bangun benteng. Ia korporasi dagang berkekuasaan setengah negara.

*Belanda Tak Kuasai Nusantara Sejak Awal*  
Abad 17-18, VOC hanya kuasai wilayah tertentu. Banyak daerah seperti Papua pedalaman, Kalimantan, Nusa Tenggara baru masuk administrasi kolonial akhir abad 19-awal abad 20. Wilayah yang kini jadi Indonesia baru terkonsolidasi di bawah Hindia Belanda awal abad 20. Makanya angka "350 tahun" diperdebatkan sejarawan.

*Kolonial Bentuk Kerangka Wilayah, Tapi Indonesia Lahir dari Perjuangan*  
Secara objektif, administrasi Belanda bentuk batas residensi, birokrasi, pelabuhan, kereta api, hukum modern yang diwarisi RI. Tapi bukan karena Belanda mau ciptakan Indonesia merdeka. Tujuan mereka tetap ekonomi dan kolonial.

Ironi muncul lewat Politik Etis 1901: edukasi, irigasi, transmigrasi. Pendidikan untuk pertahankan kolonial justru lahirkan kaum terpelajar: Soekarno, Hatta, Sjahrir, Agus Salim, Natsir. Mereka inilah yang gugat kolonialisme.

Puncak kesadaran kolektif terjadi 1928 lewat Sumpah Pemuda: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia. Identitas Indonesia terbentuk dari dalam, bukan paksaan kolonial.

17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta proklamasikan kemerdekaan. Indonesia lahir sebagai republik yang satukan bekas Hindia Belanda. Bukan warisan Belanda, tapi hasil perjuangan rakyat Nusantara yang pilih bersatu lintas suku, kerajaan, agama, daerah.

*Meluruskan, Bukan Menghapus*  
Narasi "350 tahun" memang penyederhanaan untuk pendidikan dan nasionalisme. Secara akademik butuh konteks: wilayah Nusantara dijajah VOC dan Hindia Belanda dalam waktu berbeda.

Namun ini bukan untuk hapus fakta: kolonialisme eksploitasi SDA, kerja paksa, diskriminasi rasial, batasi hak politik pribumi.

Belanda tidak menciptakan Indonesia. Tapi sejarah kolonial membentuk panggung tempat Indonesia lahir. Yang merdekakan Indonesia bukan kolonialisme, melainkan kesadaran kolektif rakyat Nusantara,” tutup Reinhard

Sejarah dewasa tidak takut fakta. Karena bangsa besar dibangun di atas keberanian memahami sejarah utuh, bukan mitos. 🇮🇩  
_Reinhard Wowiling S.H/A.A.Zai_

Tidak ada komentar